Kurikulum Prodi S1

Kurikulum 2016 program studi S1 merupakan pemutakhiran dari kurikulum 2011-2015. Pada saat kurikulum 2011 Departemen Ilmu Komunikasi UGM menetapkan “Crafting well informed Society” sebagai tagline sekaligus positioning institusi. Dengan tagline itu diharapkan seluruh orientasi kerja kurikulum S1 departemen Komunikasi UGM mengarah pada dinamika dan implikasi teknologi komunikasi dan informasi sebagai determinan. Kurikulum 2016 tetap mendasarkan diri dengan visi “masyarakat informasi” dengan lebih menekankan pada pengayaan pemahaman atas komunikasi berbasis dunia digital. Visi ini ditunjang dengan orientasi kurikulum yang mengalami perubahan sistematis. Sebagai pengantar pengenalan dinamika kurikulum S1 berikut beberapa informasi penting terkait basis susunan kurikulum, susunan mata kuliah, dan kaitan kurikulum dengan tugas akhir mahasiswa (skripsi konvensional & skripsi karya).

 

Kurikulum 2016 disusun berdasarkan kebutuhan atas nilai kompetensi lulusan berbasis pada keyakinan kemampuan setiap sosok mahasiswa sepanjang mereka belajar di prodi S1 Komunikasi UGM. Beberapa isu mendasar terkait dengan susunan kurikulum ini adalah:

    1. Disesuaikannya penamaan susunan kurikulum dengan prinsip peminatan yang lebih bernuansa substantif keahlian dan tidak lagi berdasarkan pada prinsip konsentrasi yang sarat dengan ketentuan administratif.

    2. Munculnya peluang bagi mahasiswa (mulai angkatan 2014) untuk membuat tugas akhir dalam bentuk skripsi karya yang diorientasikan pada produk hasil tertentu. Ini membutuhkan support system mata kuliah yang lebih bersifat teknis aplikatif (praktek).

    3. Memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah tertentu berdasarkan kebutuhan masing-masing. Kebijakan ini muncul dari keyakinan dan harapan prodi S1 bahwa mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi UGM sudah memiliki pemahaman dan kesadaran terkait orientasi karya akhir berikut kompetensi yang ingin dia miliki untuk mendukung kehidupannya di masa depan.

    Dasar susunan mata kuliah Kurikulum 2016 tidak lagi menggunakan logika konsentrasi (yang kita kenal dengan istilah 1. Media & Jurnalisme, 2. Komunikasi Strategis). Kurikulum 2016 menggunakan istilah Peminatan untuk menunjukan orientasi kompetensi dan keunggulan mahasiswa yang tercermin pada karya akhir mahasiswa bersangkutan. Prinsip peminatan yang ada di Prodi S1 Komunikasi akan diarahkan pada empat peminatan sebagai berikut:

      1. Jurnalisme
      2. Media Entertainment
      3. Periklanan

      4. Kehumasan

     

Kurikulum Prodi S1

Kurikulum 2016 program studi S1 merupakan pemutakhiran dari kurikulum 2011-2015. Pada saat kurikulum 2011 Departemen Ilmu Komunikasi UGM menetapkan “Crafting well informed Society” sebagai tagline sekaligus positioning institusi. Dengan tagline itu diharapkan seluruh orientasi kerja kurikulum S1 departemen Komunikasi UGM mengarah pada dinamika dan implikasi teknologi komunikasi dan informasi sebagai determinan. Kurikulum 2016 tetap mendasarkan diri dengan visi “masyarakat informasi” dengan lebih menekankan pada pengayaan pemahaman atas komunikasi berbasis dunia digital. Visi ini ditunjang dengan orientasi kurikulum yang mengalami perubahan sistematis. Sebagai pengantar pengenalan dinamika kurikulum S1 berikut beberapa informasi penting terkait basis susunan kurikulum, susunan mata kuliah, dan kaitan kurikulum dengan tugas akhir mahasiswa (skripsi konvensional & skripsi karya).

 

Kurikulum 2016 disusun berdasarkan kebutuhan atas nilai kompetensi lulusan berbasis pada keyakinan kemampuan setiap sosok mahasiswa sepanjang mereka belajar di prodi S1 Komunikasi UGM. Beberapa isu mendasar terkait dengan susunan kurikulum ini adalah:

    1. Disesuaikannya penamaan susunan kurikulum dengan prinsip peminatan yang lebih bernuansa substantif keahlian dan tidak lagi berdasarkan pada prinsip konsentrasi yang sarat dengan ketentuan administratif.

    2. Munculnya peluang bagi mahasiswa (mulai angkatan 2014) untuk membuat tugas akhir dalam bentuk skripsi karya yang diorientasikan pada produk hasil tertentu. Ini membutuhkan support system mata kuliah yang lebih bersifat teknis aplikatif (praktek).

    3. Memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah tertentu berdasarkan kebutuhan masing-masing. Kebijakan ini muncul dari keyakinan dan harapan prodi S1 bahwa mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi UGM sudah memiliki pemahaman dan kesadaran terkait orientasi karya akhir berikut kompetensi yang ingin dia miliki untuk mendukung kehidupannya di masa depan.

    Dasar susunan mata kuliah Kurikulum 2016 tidak lagi menggunakan logika konsentrasi (yang kita kenal dengan istilah 1. Media & Jurnalisme, 2. Komunikasi Strategis). Kurikulum 2016 menggunakan istilah Peminatan untuk menunjukan orientasi kompetensi dan keunggulan mahasiswa yang tercermin pada karya akhir mahasiswa bersangkutan. Prinsip peminatan yang ada di Prodi S1 Komunikasi akan diarahkan pada empat peminatan sebagai berikut:

      1. Jurnalisme
      2. Media Entertainment
      3. Periklanan

      4. Kehumasan