Program Studi Magister Ilmu Komunikasi terus berkomitmen menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan melalui pelaksanaan Tracer Study Alumni secara berkala. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan untuk memperoleh umpan balik dari alumni mengenai relevansi kurikulum, kompetensi lulusan, serta manfaat pendidikan dalam mendukung karier dan pengembangan profesional.
Pada pelaksanaan tracer study tahun 2024, sebanyak 164 alumni berpartisipasi dari 277 alumni yang dihubungi. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar alumni memberikan penilaian positif terhadap kualitas pendidikan yang mereka peroleh selama menempuh studi di Program Studi S2 Ilmu Komunikasi.
Kompetensi Lulusan Relevan dengan Dunia Kerja
Temuan menarik terlihat dari waktu tunggu lulusan dalam memasuki dunia kerja. Sebanyak 23,84% alumni telah memperoleh pekerjaan bahkan 12 bulan sebelum menyelesaikan studi, sementara 17,22% alumni mendapatkan pekerjaan tepat pada saat lulus. Selain itu, 9,27% alumni memperoleh pekerjaan dalam waktu tiga bulan setelah kelulusan. Data tersebut menunjukkan bahwa lulusan Program Studi S2 Ilmu Komunikasi memiliki daya saing yang baik dan mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja sejak masih menempuh pendidikan.
Tingkat relevansi kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan juga memperoleh penilaian yang sangat baik. Sebanyak 76 alumni atau 50,33% menyatakan bahwa kompetensi yang diperoleh memiliki relevansi yang sangat besar dengan pekerjaan yang saat ini dijalani. Sebanyak 33,77% alumni lainnya menilai relevansinya besar, sedangkan 11,92% alumni menilai cukup relevan. Hasil ini menunjukkan bahwa kurikulum yang diterapkan telah mampu menjawab kebutuhan dunia profesi dan perkembangan bidang ilmu komunikasi.
Tracer study juga mengungkap tingginya tingkat penguasaan kompetensi lulusan ketika menyelesaikan studi. Kompetensi yang memperoleh penilaian “Sangat Tinggi” didominasi oleh aspek toleransi dan menghargai perbedaan pendapat yang dipilih oleh 99 alumni, diikuti etika dan integritas sebanyak 97 alumni, kemampuan bekerja dalam tim sebanyak 88 alumni, kemampuan belajar mandiri sepanjang hayat sebanyak 80 alumni, kemampuan beradaptasi sebanyak 76 alumni, kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal sebanyak 74 alumni, serta kemampuan menyelesaikan masalah sebanyak 72 alumni.
Tidak hanya dari sisi kompetensi, alumni juga menilai bahwa proses pembelajaran memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan diri dan karier mereka. Pada aspek pembentukan sikap, sebanyak 69,39% atau 102 alumni menyatakan kontribusinya sangat besar dan 41 alumni (27,89%) menyatakan besar. Pengetahuan yang diperoleh selama studi dinilai memberikan kontribusi sangat besar oleh 84 alumni (55,78%) dan besar oleh 52 alumni (36,73%).
Kontribusi keterampilan umum, seperti komunikasi, teknologi informasi, dan kemampuan menulis, juga mendapat apresiasi tinggi. Sebanyak 86 alumni menilai kontribusinya sangat besar, sementara 49 alumni menilai besar. Adapun keterampilan khusus yang berkaitan dengan penerapan ilmu komunikasi memperoleh penilaian sangat besar dari 73 alumni dan besar dari 61 alumni.
Selain memberikan bekal kompetensi, pendidikan magister juga dirasakan memberikan manfaat yang luas bagi pengembangan karier alumni. Sebanyak 41,99% atau 131 alumni menyatakan bahwa manfaat terbesar yang diperoleh setelah menyelesaikan studi adalah meningkatnya kemampuan berpikir dan pengambilan keputusan. Sebanyak 55 alumni (17,63%) menyatakan pendidikan magister mempermudah mereka memperoleh maupun menciptakan pekerjaan. Sementara itu, 39 alumni (12,5%) memperoleh kesempatan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan 34 alumni (10,9%) merasakan dampak berupa kenaikan gaji setelah menyelesaikan pendidikan.
Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Dr. Wisnu Martha Adiputra, S.IP., M.Si menyampaikan, hasil tracer study menjadi masukan penting dalam proses evaluasi dan pengembangan program studi. “Seluruh data yang diperoleh akan dimanfaatkan sebagai dasar penyempurnaan kurikulum, penguatan proses pembelajaran, serta peningkatan kualitas layanan akademik agar tetap selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu komunikasi,” ujarnya.
Melalui hasil tracer study ini, Program Studi S2 Ilmu Komunikasi semakin optimistis dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, dan sosial yang unggul. Tingginya tingkat relevansi kompetensi dengan dunia kerja, kuatnya penguasaan soft skills, serta besarnya manfaat pendidikan yang dirasakan alumni menjadi indikator bahwa proses pembelajaran telah berjalan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan karier lulusan. Hasil tersebut sekaligus memperkuat komitmen Program Studi S2 Ilmu Komunikasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui evaluasi berbasis data dan budaya peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
Penulis: Tim Media Departemen Ilmu Komunikasi UGM