Tracer Study Sarjana Ilmu Komunikasi: Kesesuaian Bidang Kerja Lulusan Tergolong Tinggi
Tracer study alumni dilakukan secara berkala guna menjaga dan meningkatkan kemanfaatan yang diperoleh alumni selama menempuh pendidikan di Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini dilakukan melalui metode survei untuk mengevaluasi dan menyempurnakan proses penyelenggaraan dan sistem pendidikan ke depannya.
Berdasarkan hasil survei, kondisi lulusan setelah menyelesaikan studi, terutama terkait waktu tunggu memperoleh pekerjaan, kesesuaian bidang kerja, serta tingkat atau skala tempat kerja lulusan, berhasil dipetakan. Dari 325 mahasiswa yang telah lulus dari S1 Departemen Ilmu Komunikasi, sebanyak 187 lulusan berhasil terlacak.
Kesesuaian Jurusan dengan Industri Pekerjaan
Salah satu temuan yang menonjol terlihat dari durasi yang dibutuhkan lulusan untuk memasuki dunia kerja. Di antara 187 alumni yang mengisi tracer study, sebanyak 79,68% di antaranya berhasil mendapat pekerjaan dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan setelah lulus, sementara 20,32% sisanya berhasil mendapat pekerjaan dalam waktu tunggu di antara 6–18 bulan. Data tersebut menunjukkan daya saing lulusan Program Studi S1 Ilmu Komunikasi termasuk baik, dengan kemampuan memenuhi kebutuhan dunia kerja bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan.
Berdasarkan hasil tracer study mengenai kesesuaian bidang kerja lulusan, sebagian besar responden mengaku bahwa tingkat kesesuaian bidang kerja tinggi. Sebanyak 140 alumni mengaku bahwa tingkat kesesuaian bidang kerja yang ditekuninya kini tinggi. Sementara 37 orang lainnya menjawab sedang. Kemudian, 10 responden terakhir menjawab rendah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan Sarjana Ilmu Komunikasi relevan dengan kebutuhan dan bidang profesional yang dijalani sebagian besar lulusan. Kesesuaian ini menjadi salah satu indikator dalam melihat adanya hubungan antara proses pendidikan di program studi dengan kompetensi di dunia kerja.
Selain itu, dilakukan pula survei mengenai jumlah lulusan yang bekerja berdasarkan tempat kerja atau berwirausaha. Dari 194 lulusan yang telah terlacak, sebanyak 187 orang di antaranya sudah mendapat pekerjaan atau berwirausaha. Dengan perincian yaitu sebanyak 59 di antaranya memilih untuk bekerja di perusahaan multinasional, 90 alumni bekerja di perusahaan nasional, dan 38 orang lainnya diterima di perusahaan lokal atau berwirausaha. Data tersebut menunjukkan bahwa lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada dapat berkiprah dalam berbagai bidang pekerjaan dengan cakupan mulai dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Hasil tracer study menjadi salah satu bagian dalam proses evaluasi berkelanjutan Program Studi Sarjana Ilmu Komunikasi. Selain memberikan gambaran mengenai kondisi dan perjalanan lulusan setelah menyelesaikan pendidikan, data yang diperoleh melalui tracer study juga menjadi bahan masukan dalam mengevaluasi relevansi kurikulum, proses pembelajaran, serta pengembangan kompetensi mahasiswa agar senantiasa selaras dengan perkembangan bidang komunikasi dan kebutuhan dunia kerja.
Program Studi Sarjana Ilmu Komunikasi UGM juga terus mendorong keterlibatan alumni dalam pelaksanaan tracer study. Partisipasi alumni yang semakin luas akan menghasilkan data yang lebih komprehensif, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan bagi mahasiswa maupun lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi.