Beranda / Berita / Tracer Study S2 Ilmu Komunikasi

Tracer Study S2 Ilmu Komunikasi

Tracer Study Magister Ilmu Komunikasi:

Relevansi Bidang Kerja Lulusan Tergolong Tinggi

 

Program Studi Magister Ilmu Komunikasi melaksanakan tracer study untuk memetakan kondisi lulusan setelah menyelesaikan studi, terutama terkait waktu tunggu memperoleh pekerjaan, kesesuaian bidang kerja, serta tingkat atau skala tempat kerja lulusan. Tracer study mencakup lulusan 2021 hingga 2024 dengan total 211 lulusan, dengan 128 lulusan berhasil terlacak.

Hasil tracer study menunjukkan bahwa lulusan Magister Ilmu Komunikasi memiliki tingkat kesesuaian yang baik antara pendidikan yang ditempuh dengan bidang pekerjaan. Dari data kesesuaian bidang kerja yang tercatat, sebanyak 62 lulusan berada pada kategori kesesuaian tinggi, 19 lulusan pada kategori sedang, dan hanya 2 lulusan berada pada kategori rendah.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan Magister Ilmu Komunikasi relevan dengan kebutuhan dan bidang profesional yang dijalani sebagian besar lulusan. Kesesuaian ini menjadi salah satu indikator penting dalam melihat keterhubungan antara proses pendidikan di program studi dengan perkembangan dunia kerja.

Lulusan Bekerja di Berbagai Skala Organisasi

Tracer study juga memetakan skala tempat kerja lulusan. Dari 128 lulusan yang berhasil terlacak, tercatat 87 lulusan telah bekerja atau berwirausaha.

Sebagian besar lulusan yang telah bekerja atau berwirausaha berada pada organisasi berskala nasional atau menjalankan usaha berbadan hukum. Sebanyak 68 lulusan tercatat dalam kategori ini. Sementara itu, 10 lulusan bekerja pada tingkat lokal/wilayah atau berwirausaha pada usaha yang belum berbadan hukum, dan 8 lulusan bekerja pada organisasi multinasional atau internasional.

Sebaran tersebut memperlihatkan bahwa lulusan Magister Ilmu Komunikasi memiliki peluang untuk berkiprah pada beragam lingkup pekerjaan, mulai dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Diterima Kerja Kurang dari Enam Bulan

Dari sisi transisi lulusan menuju dunia kerja, tracer study menunjukkan kecenderungan yang positif. Dari data waktu tunggu yang tercatat, 62 lulusan memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus. Sebanyak 26 lulusan membutuhkan waktu antara enam hingga 18 bulan, sedangkan hanya empat lulusan yang memiliki waktu tunggu lebih dari 18 bulan.

Data tersebut menunjukkan bahwa kelompok terbesar lulusan yang tercatat dalam indikator waktu tunggu dapat memasuki dunia kerja dalam waktu relatif singkat setelah menyelesaikan pendidikan.

Hasil tracer study ini menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan Program Studi Magister Ilmu Komunikasi. Selain memberikan gambaran mengenai perjalanan lulusan setelah menyelesaikan studi, data tracer study digunakan sebagai salah satu masukan untuk mengevaluasi relevansi kurikulum, proses pembelajaran, serta pengembangan kompetensi mahasiswa agar tetap sesuai dengan dinamika bidang komunikasi dan kebutuhan dunia kerja.

Program studi Magister Ilmu Komunikasi UGM  juga terus mendorong partisipasi alumni dalam tracer study. Semakin luas keterlibatan alumni, semakin komprehensif pula data yang dapat digunakan untuk pengembangan kualitas pendidikan dan layanan bagi mahasiswa serta lulusan Magister Ilmu Komunikasi.