Beranda / Informasi Umum / Rilis Berita “Sosialisasi Kurikulum 2024 Program Studi S1 Departemen Ilmu Komunikasi”

Rilis Berita “Sosialisasi Kurikulum 2024 Program Studi S1 Departemen Ilmu Komunikasi”

Yogyakarta, 9 Februari 2026 – Departemen Ilmu Komunikasi menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kurikulum pada Senin, 9 Februari 2024, pukul 15.00–17.00 WIB di Ruang Seminar Timur, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Kegiatan ini  dihadiri oleh mahasiswa Program Studi S1 Reguler Ilmu Komunikasi angkatan 2024 dan 2025. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai arah dan pembaruan kurikulum yang akan diterapkan. Acara dibuka sekaligus diisi dengan pemaparan materi oleh Sekretaris Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, Mashita Phitaloka Fandia Purwaningtyas, S.I.P., M.A.

Dalam pemaparannya, Mashita menjelaskan bahwa kurikulum terbaru menghadirkan sejumlah penyesuaian dibandingkan kurikulum sebelumnya. Salah satu perubahan mendasar adalah dihapusnya sistem peminatan yang selama ini diterapkan. Pemadatan dan penyederhanaan struktur kurikulum dilakukan untuk menjawab tantangan perkembangan serta kebutuhan dunia kerja. Kurikulum baru diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi yang lebih adaptif dan relevan dengan dinamika zaman.

Struktur kurikulum disusun secara bertahap dan berkelanjutan sesuai dengan tahapan pembelajaran mahasiswa. Pada tahun pertama, mahasiswa akan dibekali dengan pondasi keilmuan Ilmu Komunikasi sebagai dasar pemahaman akademik. Memasuki tahun kedua, pembelajaran difokuskan pada pengenalan ragam arena serta spesialisasi dalam bidang komunikasi. Selanjutnya, pada tahun ketiga, mahasiswa diarahkan untuk mengkaji dan mempraktikkan komunikasi di tengah transformasi ideologi, sosial, ekonomi-bisnis, politik, dan budaya yang terus berkembang. Pada tahun keempat, fokus pembelajaran diarahkan pada penyelesaian tugas akhir sebagai bentuk integrasi dari seluruh proses pembelajaran.

Selain penguatan substansi keilmuan, kurikulum terbaru juga menekankan pengembangan essential skills. Mahasiswa dibekali dengan peningkatan kemampuan berbahasa Inggris serta keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri komunikasi. Penguatan kompetensi ini diharapkan dapat menunjang kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan profesional di masa depan. 

Sosialisasi ini juga memaparkan informasi terkait Mata Kuliah Rekognisi Kompetensi Komunikasi yang menjadi bagian dari kurikulum. Selain itu, dijelaskan pula mengenai pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) baik internal maupun eksternal. Mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai salah satu syarat kelulusan. KKN dapat diambil oleh mahasiswa yang telah menempuh minimal 96 SKS tanpa nilai E, dengan total beban studi kelulusan sebanyak 144 SKS termasuk KKN dan skripsi.

Melanjutkan rangkaian diskusi, kegiatan sosialisasi turut menghadirkan Prof. Nyarwi Ahmad, Ph.D., selaku Ketua Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, yang mengikuti kegiatan secara daring. Dalam pemaparannya, Prof. Nyarwi menjelaskan konsep student journey plan sebagai panduan bagi mahasiswa dalam memaksimalkan proses pembelajaran selama menempuh studi di kampus. Ia menyampaikan bahwa perjalanan akademik mahasiswa dapat diperkaya melalui keterlibatan dalam berbagai aktivitas kemahasiswaan, mulai dari Korps Mahasiswa Komunikasi (KOMAKO) hingga Badan Semi Otonom (BSO). Partisipasi dalam kegiatan tersebut dinilai penting untuk membangun jejaring serta mengembangkan kapasitas diri mahasiswa.

Lebih lanjut, Prof. Nyarwi menekankan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Mahasiswa didorong untuk memanfaatkan berbagai sumber dan ruang belajar, seperti perpustakaan, platform pembelajaran daring, serta lingkungan belajar lain yang relevan dengan kurikulum. Ia juga menyoroti fleksibilitas pembelajaran melalui pemanfaatan sumber belajar digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemandirian belajar serta mengoptimalkan pengalaman akademik selama masa studi.

Kegiatan sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Dalam sesi tersebut disampaikan bahwa klaim rekognisi kompetensi hanya dapat dilakukan atas kegiatan yang diikuti sejak mahasiswa resmi terdaftar sebagai bagian dari Program Studi Ilmu Komunikasi dengan melampirkan bukti keikutsertaan serta formulir pengajuan. Selain itu, dijelaskan bahwa mata kuliah essential skills dapat diambil sepanjang tidak melebihi batas pembobotan SKS yang telah ditetapkan. Sementara itu, mata kuliah seminar proposal dapat diambil pada semester tujuh apabila mahasiswa melaksanakan magang pada semester enam, sebagai bagian dari alur studi yang terintegrasi dalam kurikulum Program Studi Ilmu Komunikasi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman mengenai arah dan implementasi kurikulum terbaru Program Studi S1 Ilmu Komunikasi. Pemaparan materi serta sesi diskusi yang berlangsung memberikan gambaran yang lebih jelas terkait perencanaan studi dan pemanfaatan berbagai peluang pembelajaran selama masa perkuliahan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mempersiapkan diri secara lebih terarah dalam menjalani proses pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

 

Penulis: Anathalia Meyskina Pangestu

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *