Program Studi


Magister



Program Studi S2 Ilmu Komunikasi lahir untuk merespon perkembangan keilmuan akibat penetrasi teknologi informasi & komunikasi (TIK) serta dinamika sosial politik di Indonesia paska reformasi yang melahirkan sejumlah kebijakan tentang kebebasan informasi dan berita.

Program Studi S2 Ilmu Komunikasi yang lahir tahun 2005 menyusun program pembelajaran dalam tiga konsentrasi (konsentrasi ilmu komunikasi dan media, konsentrasi manajemen komunikasi dan konsentrasi kebijakan komunikasi) untuk membekali mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan dan dinamika yang terjadi di masa depan. 

Visi Program Studi S2 Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM

Rumusan visi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politk adalah menciptakan fakultas yang memiliki “reputasi internasional yang mampu mendorong kemajuan bangsa menuju Indonesia sebagai negara maju pada 2050.” Substansi dari visi ini dipadatkan melalui statement yang memuat komitmen yang berbunyi “Committed to Science for Better Society”.

Sejalan dengan visi fakultas tersebut, Prodi S2 Ilmu Komunikasi memberikan spesifikasi lebih lanjut yang disesuaikan dengan basis kompetensi keilmuan yang dikelola prodi, yakni “Crafting Well- informed Society.” Dengan kata lain, di tingkat prodi, “a better society” itu diterjemahkan menjadi “a well-informed society,” yakni penciptaan masyarakat yang dibekali dengan informasi yang berkualitas dan mencukupi.

Dalam perwujudannya, visi tersebut merangkum tiga dimensi Tri Darma perguruan tinggi. Dengan demikian, upaya untuk membangun dan mewujudkan “a well-informed society” tersebut diterjemahkan dalam proses pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sesuai dengan wilayah kajiannya, maka Prodi S2 Ilmu Komunikasi menekankan pada wilayah pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang secara khusus diarahkan pada tiga konsentrasi: IKM (Ilmu Komunikasi dan Media), Manajemen Komunikasi, dan Kebijakan Komunikasi.

Misi Program Studi S2 Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM

  • Penyelenggaraan pengajaran diupayakan memenuhi standar internasional dengan basis materi atau pada bahan ajar yang bermutu.
  • Penyelenggaraan penelitian yang diupayakan memenuhi standar mutu internasional yang sekaligus bisa juga digunakan sebagai bahan pengajaran.
  • Penyelenggaraan pengabdian masyarakat yang berbasis hasil riset yang bermutu, misalnya program literasi media dan gerakan demokratisasi media.
  • Pembentukan jalinan kerjasama internasional sebagai cara untuk melakukan benchmarking untuk peningkatan mutu pengajaran dan riset.

Tujuan Program Studi S2 Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM

  • Menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan sosial dan profesional sehingga mampu beradaptasi dengan perkembangan mutakhir masyarakat sejalan dengan pertumbuhan masyarakat informasi.
  • Memproduksi lulusan andal yang memiliki kemampuan riset yang baik dalam riset yang memiliki implikasi dalam dunia profesi di bidang komunikasi, kebijakan dan akademik.
  • Membekali lulusan dengan panduan etik, wawasan teoritik dan profesional di bidang komunikasi.

Secara umum profil lulusan dari Program Studi S2 Ilmu Komunikasi yaitu:

  1. Menghasilkan lulusan yang berbudi luhur, dapat mengembangkan dan menerapkan nilai- nilai kemanusiaan yang sesuai dengan visi, misi dan tujuan penyelenggaraan pendidikan di Universitas Gadjah Mada.
  2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan teoritik dan analitik di bidang ilmu komunikasi
  3. Menghasilkan lulusan yang responsive dan adaptif terhadap perubahan dinamika komunikasi dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
  4. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan meneliti di bidang ilmu komunikasi.

Untuk memberikan ciri khusus bagi peserta didik, maka capaian pembelajaran pada program studi S2 Ilmu komunikasi dirancang untuk menghasilkan kompetensi khusus yang akan dimiliki oleh lulusan, yakni :

  1. Membangun kemampuan mengkonstruksi model kebijakan komunikasi yang mengoptimalkan pencapaian nilai-nilai ideal dalam sebuah kebijakan komunikasi yaitu, demokrasi, keadilan, dan berorientasi pada kepublikan yang kuat;
  2. Mimiliki kemampuan membaca, membedah, dan memformulasi persoalan dan fenomena sosial dalam interkoneksinya dengan arena komunikasi dan mencari aternatif solusi melalui kritik, kesadaran, dan aktifitas perubahan sosial;
  3. Memahami konsep dan metodologi keilmuan komunikasi secara lengkap dalam berbagai paradigma;
  4. Memiliki pemahaman dan kemampuan dalam mengaplikasikan aspek teoritis komunikasi, menguasai teknologi informasi dan komunikasi serta mampu mengelola program-program pengembangan sumber daya manusia komunikasi dalam perusahaan serta dapat mengaudit pelaksanaan komunikasi terkait dengan komunikasi stratejik dan media.